Wednesday, 23 November 2016

Alasan kenapa kamu tidak lagi peduli dengan siapapun, bahkan dirimu sendiri.



Kehidupan yang di dambakan adalah sebuah kehidupan yang sesuai dengan keinginan. Semua orang termasuk saya pasti juga tidak bisa mengingkarinya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Baik itu faktor yang dapat mempengaruhi sisi positif maupun sisi negatif dalam kehidupan. Karena manusia mengakui akan diri yang tidak sempurna maka sulit untuk manusia menerima perubahan hidup yang sungguh tidak di inginkan. Ada yang mampu bertahan dalam kesulitan hidup. Ada yang mampu bertahan dan mengubah kembali kehidupannya ke arah yang baik. Ada juga yang tidak mampu untuk bertahan dan kehilangan arah dalam keputus asa'an. Saat keputus asa'an telah merasuki hati seseorang maka sulit untuknya percaya bahwa kehidupannya bisa kembali membaik. Mereka yang seperti itu adalah mereka yang sulit untuk memaknai pasang surutnya kehidupan. Karena kehidupan ini adalah seperti roda yang terus berputar. Kewajiban manusia hanya memegang kendali untuk mempertahankan situasi serta mencoba memantaskan diri pada posisi tertentu. Baca juga sudahkah anda termasuk orang yang telah bersyukur.

Saat seseorang telah putus asa dalam hidup pertanda tidak tahu lagi apa yang harus di lakukan. Jika hal tersebut terus terusan terjadi maka akan membuat seseorang melupakan kewajiban yang harus di jalani untuk dirinya. Seperti mengurus diri, memanjakan diri dan lain sebagainya. Bahkan yang lebih parah lagi mengabaikan orang sekitar yang sesungguhnya berkaitan dalam hidupnya. Seperti teman-teman bahkan yang lebih parahnya lagi mengabaikan keluarganya. Seseorang yang telah mengalami hal tersebut biasanya di dalam pikiranya hanyalah sebuah kebingungan akan hidup yang di jalani bahkan bisa sampai bunuh diri.

Berikut alasan kenapa seseorang tidak memperdulikan orang lain bahkan dirinya sendiri.

1. Merasa gagal menemukan dan mendapatkan jati diri.

Jati diri merupakan sesuatu yang berkaitan dengan pribadi seseorang. Sifat yang telah ada saat Pengakuan dari dalam hati yang terdalam bahwa seseorang merasa bahagia dan berarti jika mendapatkan pencapaian dalam kehidupan yang di inginkan. Sehingga memperoleh kepuasan pribadi yang akan mendatangkan kepercayaan diri dalam menjalani hidup. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak dapat memperoleh bahkan tidak menemukan jati dirinya. Salah satu akibatnya adalah ketidak mampuan diri untuk menghadapi rintangan yang ada. Bisa jadi karena tidak adanya kekuatan pendukung dari luar atau orang terdekat. Di tambah lagi jika tidak adanya kekuatan dari dalam diri untuk mencoba menghadapi semua rintangan sendiri. Memang tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa orang lain. Tapi siapa lagi yang harus mempunyai kemauan kuat kalau tidak diri sendiri. Karena orang lain hanya bisa menolong dan yang menentukan pencapaian adalah kekuatan pribadi seseorang yang berkemauan. Saat seseorang merasa tidak mempunyai kekuatan maka ia hanya tidak yakin dalam berbuat. Karena sebuah kekuatan ada pada seberapa mampu kita bertahan dalam berjuang untuk memperoleh sebuah pencapaian walau sekalipun terlihat seperti tidak memungkinkan. Banyak kisah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari orang miskin yang jadi kaya. Banyak orang yang bahkan dalam kondisi cacat sekalipun tapi mereka bisa memperoleh suatu pencapaian yang mengejutkan.

Jadi saat seseorang merasa tidak menemukan jati dirinya dan sudah lelah dalam pencarian. Biasanya mereka yang seperti itu tidak lagi bergairah dalam menjalani hidup. Lambat laun tidak lagi memperdulikan lingkungan sekitar bahkan tidak lagi memperdulikan kehidupannya bahkan dirinya sendiri.

Yang harus di lakukan adalah dengan meyakini bahwa tidak satu hal yang akan membuat kita bahagia. Bahkan sekalipun keinginan hidup yang di damba dambakan. Tapi masih banyak hal lain yang mampu membuat kita bahagia bahkan mungkin lebih bahagia dari mendapatkan keinginan yang di inginkan. Serta masih banyak yang harus di syukuri pada diri. Maka cobalah untuk tetap mencari kebahagiaan apapun itu nanti kebahagiaannya. Yang jelas tidaklah menyesatkan dan akan berdampak penyesalan di kemudian hari. Jika di dapatkan maka syukuri itu besar atau pun kecil. Sehingga kita akan menemukan arti hidup yang sesungguhnya.

2. Selalu saja mengalami keterpurukan hidup yang membuat kondisi semakin memburuk.

Ini berkaitan dengan sebuah kondisi hidup yang di katakan baik tapi tidak mampu mempertahankannya akibat dari problema yang ada. Seperti keterpurukan hidup secara terus menurus ke arah keadaan hidup yang mempriharihatinkan. Membuat seseorang putus asa dan tidak lagi memperdulikan dirinya dan orang lain.
SEMOGA BERMANFAAT.

No comments:

Post a Comment

Jika ada yang ingin menanggapi atau bertanya silahkan berkomentar.