Saturday, 7 January 2017

Sadari sesuatu yang sering terlupakan sebelum melangkah untuk memperoleh keinginan.


Banyak orang yang berpendapat bahwa dengan menjalani apa yang di inginkannya membuat mereka berbahagia. Tapi mereka tidak berfikir bahwa dengan mendapatkan apa yang mereka inginkan, semua itu belumlah cukup untuk membuat mereka bahagia. Bahkan dengan mendapatkan dan menjalani sesuatu yang di inginkan, itu bukanlah faktor utama untuk memperoleh kebahagiaan. Semua itu memang benar adanya karena, jika memang mendapatkan kebahagiaan seperti itu, seharusnya seseorang tidak akan mungkin lagi merasakan kehampaan dalam hidup walau pun dia sudah mendapatkan seluruh keinginannya. Maka bisa di simpulkan bahwa kebahagiaan yang di cari bukanlah terdapat di dalam keinginan yang di inginkan. Atau sebuah kebahagiaan itu tidaklah mudah untuk di simpulkan tanpa adanya penyikapan yang baik oleh seseorang sesuai dengan yang seharusnya.
Seperti contoh bahwa seseorang harus mencapai sesuatu yang terpenting dahulu sebelum berusaha mendapatkan keinginannya. Misalnya tanpa makan seseorang tidaklah mungkin mempunyai tenaga untuk bekerja. Jadi jika seseorang tidak kunjung mendapatkan kepuasan atau kebahagiaan dalam hidup, bisa karena mereka tidak mengatur tindakan mereka dengan yang seharusnya. Yaitu mereka selalu mendahulukan suatu tindakan untuk mencapai sesuatu yang tidak terlalu penting dari yang paling penting. Memang sich, kita juga nanti akan bisa memperolehnya. Tapi bisa saja kebahagiaan itu meloncat ntah kemana, karena mungkin tidak begitu penting atau tidak begitu berguna di masa depan. Kejadian seperti ini biasanya sering terjadi di kalangan anak muda atau remaja. Di masa mudanya sering galau karena permasalahan yang tidak begitu penting, dan masa tuanya nanti hanya menyesali hidup yang tiada berguna. Itu hanyalah gambaran umum, tapi tidak semuanya begitu.
Jadi jika memang itu yang terjadi maka apa yang harus di lakukan ?
Tadi diatas kita sudah menerangkan dan juga contohnya bahwa mendapatkan kebahagiaan tersebut tidaklah mudah. Bahkan terkadang semakin sulitnya memahami kebahagiaan, maka kita terkadang harus melupakan kebahagiaan yg di inginkan dan hidup mengalir seperti air. Kalau memang bisa menerima yang seperti itu, maka tidak adalagi yang perlu di permasalahkan, karena masalah sudah selesai. Karena ahli pemikir dari barat pernah mengatakan bahwa, orang yang paling sengsara di atas dunia ini adalah orang yang mencari kebahagiaan yang tidak akan mungkin ia dapatkan. Kenapa begitu ? Karena saat seseorang ingin menjalani sesuatu, dan dia berusaha untuk bisa menjalaninya. Ketika ia telah menjalaninya satu kali, maka ia ingin menjalaninya untuk yang kedua kalinya. Begitulah seterusnya sampai seseorang ingin yang lebih dari itu. Bahkan sampai ia tinggalkan karena bosan dengannya dan menginginkan hal yang lain lagi. Begitulah yang di maksud, dan ada lagi contoh lain. Saat seseorang ingin mendapatkan sesuatu yang di inginkan, maka ia berusaha mendapatkannya. Ketika ia berhasil mendapatkannya maka lambat laun serasa kebahagiaan meloncat tidak tahu kemana. Yang ketika baru mendapatkan kebahagiaan menggebu-gebu, tapi menjadi terasa biasa-biasa saja, bahkan lebih parah lagi berujung dengan kehampaan. Yang di dapat hanyalah kelelahan jiwa. Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan ini ada tiga hal yang harus di lakukan. Agar permasalahan yang ada bisa sikapi dengan bijak.

1. Berdoa adalah awal dari memulai perjuangan untuk memperoleh kebahagiaan.
Saat kita ingin memulai sesuatu yang menjadi niat kita, seperti berusaha mewujudkan keinginan Maka dahulukan dengan berdoa. Contohnya yaitu jika kita ingin meminta hidup kaya di dunia ini, maka kita bisa berdoa seperti "ya allah, murahkanlah rezekiku permudahkanlah aku untuk mendapatkannya, dan buatlah aku merasa cukup atas rezeki yang telah engkau berikan agar aku selalu bersyukur". jadi jika tujuan kita sebenarnya ingin bahagia, maka kita menginginkan allah swt membuat kita merasa cukup dengan apa yang nanti allah swt berikan untuk kita. Jika di kabulkan maka pasti kita akan berbahagia karenanya. Tapi jika dalam doanya kita cuman minta kaya saja, maka belum tentu kita bahagia karenanya.

2. Dahulukan untuk mencapai yang lebih penting dan berkaitan dengan masa depan.

Permasalahan mamanglah tidak akan pernah berhenti di dalam hidup, selagi kita masih menjalani kehidupan di dunia. Ada masalah yang kita buat sendiri dan ada masalah yang seharusnya kita tidak boleh lari dari padanya. Maka dahulukanlah untuk menyelesaikan masalah yang kita tidak boleh lari dari padanya dan berkaitan dengan masa depan. Seperti contoh yaitu kita harus mencari pekerjaan yang baik dari yang terbaik, juga sekaligus berhubungan dengan masa depan. Maksud berkaitan dengan masa depan yaitu di contohkan kita mencari pekerjaan, dan kita tidak asal-asalan dalam mencari pekerjaan. Karena kita nanti pasti akan berkeluarga dan ingin memberikan yang terbaik terhadap keluarga kita.
Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Jika ada yang ingin menanggapi atau bertanya silahkan berkomentar.