Friday, 6 May 2016

Tips sederhana untuk bisa merelakan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah kembali lagi.



Di dalam kehidupan ini manusia telah mempunyai cerita kehidupannya masing-masing. Seseorang yang menjalani alur kehidupannya akan selalu saja ada yang di temui. Apakah itu adalah sesuatu yang sangat berarti atau biasa saja, membuat hati sedih atau gembira. yang jelas semua itu secara otomatis akan menjadi rangkaian cerita kehidupan manusia. Banyak yang di jumpai di dalam hidup maka banyak pula masalah yang datang. mau tidak mau setiap orang akan di beri dua pilihan, Yang yaitu menghadapinya atau membiarkannya terjadi. Baca juga apakah kita sudah termasuk orang yang bersyukur.

Setiap orang pasti tahu dan menyadari bahwa tidak setiap masalah bisa di selesaikan. Dalam artian bahwa sesuatu yang telah terjadi terkadang harus di ikhlaskan atau tidak bisa kembali lagi. Banyak contoh yang sebenarnya bisa kita ambil. Seperti kehilangan orang tua yang tidak akan mungkin kembali lagi karena sudah meninggal dunia. Kehilangan kebebasan hidup karena mengalami kecacatan, baik dari lahir atau pun karena kecelakaan, kehilangan kekasih dan yang lainnya.

Sering kita temui bahwa banyak orang-orang yang sulit untuk menerima semuanya. Sehingga menggangu kehidupannya karena selalu menatapi semua yang telah terjadi dengan kesedihan. Semua itu adalah pilihan, memang terkadang kita terpukul dengan kejadian pilu yang tidak kita inginkan. Tapi asalkan kita tahu bahwa hidup akan tetap berlanjut menuntut perjuangan menjalani kehidupan sampai batas waktu yang telah di tentukan. Jika memang kita ingin bangkit dari semua di lema kehidupan, maka kita harus bisa merelakan sesuatu yang tidak akan mungkin kembali lagi. Berikut beberapa tips agar anda bisa merelakan sesuatu yang telah terjadi.

1. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Kita harus meyakini bahwa setiap pertemuan pasti akan berujung dengan perpisahan. Semua itu adalah mutlak dari sebuah takdir kehidupan yang tak akan mungkin bisa di rubah. Kita hanya perlu untuk memberikan kekuatan pada diri kita bahwa jika kita mencintai sesuatu yang ada pada diri kita atau orang-orang yang kita cintai. kita hanya perlu memahami bahwa mencintai itu tidak harus selalu bersama. Kita meyakini bahwa semua yang kita cintai cepat atau lambat bisa saja pergi meninggalkan kita. Percayalah bahwa kebahagiaan tidak akan pergi meninggalkan kita. Ia akan selalu ada untuk menciptakan cinta kasih di dalam kehidupan ini sampai kita tiada pun semua itu mungkin akan selalu di kenang.

2. Bukan pencapaian hidup yang sebenarnya jadi permasalahan, tapi bagaimana kita mensyukuri atas apa yang masih ada pada diri untuk menjalani hidup.

Kita menyadari bahwa semua orang pasti mempunyai impian untuk mencapai sesuatu. Tapi banyak juga kita melihat orang yang gagal dalam mendapatkan apa yang di impikan. Kebanyakan orang yang juga terlupa bahwa ia harus mensyukuri dulu atas apa yang ada padanya sebelum ia mengejar impiannya. Dan sesuatu yang tidak pantas rasanya jika kita menangisi atau menyedihkan sebuah kegagalan atas sesuatu atau kehilangan yang tidak akan mungkin kembali lagi jika kita masih mempunyai sesuatu untuk kita syukuri. Kita hanya perlu belajar mencintai atas apa yang masih ada pada diri, bukan menunggu untuk mendapatkan sesuatu yang tidak pasti baru kita mencintai.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

No comments:

Post a Comment

Jika ada yang ingin menanggapi atau bertanya silahkan berkomentar.