Tuesday, 17 May 2016

Ketika seseorang mencari kebahagiaan lewat kebebasan.



Kehidupan adalah sebuah perjalanan yang penuh tanda tanya. Setiap manusia selalu melangkah tanpa henti demi mencari suatu kepastian yang sangat berari. Banyak cara yang di lakukan manusia untuk bisa memperoleh sebuah keinginan yang sangat berarti di dalam kehidupannya. Sampai-sampai seseorang bisa saja mengorbankan sesuatu demi untuk semua itu. Baik mengorbankan orang lain atau mengorbankan diri sendiri. Baca juga ciri orang yang berkemungkinan kecewa.

Apakah itu? Itulah yang di namakan sebuah kebahagiaan yang ada menurut tingkat pengharapan setiap orang. Jika seseorang berada di suatu tempat, tapi bisa saja jiwanya berada di tempat yang berbeda. Karena sebuah kebahagiaan yang ada pada dirinya berada di tempat lain. Bisa kita ambil sebuah contoh yaitu, di umpamakan ada seseorang yang tidak atau sulit untuk menikmati lingkungan tempat dia berada sekarang. Tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi padanya yang menyebabkan dia tidak bergairah saat itu. Mungkin karena orang-orang di dekatnya jahat maka pikirannya ingin pergi saja dari situ. Maka jiwa atau pikirannya berada pada suatu tempat yang dia merasa bahagia di situ. Sebenarnya masih banyak contoh yang lain lebih memilukan dari pada itu.

Permasalahan seperti itu sudah sering terjadi di dalam kehidupan ini. Tapi yang lebih parahnya lagi yaitu saat seseorang tidak bisa menerima atau merasakan sebuah kebahagiaan yang sebenarnya telah dia miliki. Maka disinilah letak dari inti permasalahannya. Semua itu terjadi bisa saja di akibatkan oleh pengaruh luar yang telah menjadi inspirasi pada setiap orang yang terkena pengaruh. Berbagai macam perubahan gaya hidup seiring dengan kemajuan zaman membuat sebuah kebahagiaan semakin menyempit. Kenapa begitu? Karena kehidupan sekarang di tuntut untuk saling bersaing dalam sesuatu. Yang mana jika telah meraihnya maka itulah yang di katakan bahagia. Tapi semua itu tidak sampai di situ, dan makanya di katakan kebahagiaan itu sudah menyempit. seseorang terkadang sudah bosan atas apa yang di miliki sekarang Makanya dia tidak bahagia lagi. Tapi setelah ia meraih sesuatu yang ia katakan bahagia karena itu, maka bisa saja itu hanyalah sebentar. Karena tuntutan persaingan semakin kuat, kebutuhan yang bertambah.

Maka itulah yang menyebabkan seseorang yang mencari kebahagiaan lewat kebebasan. Saat apa yang telah ada tidak membuatnya bahagia lagi atau kebahagiaan yang telah ada tidak di sadari seseorang. Dengan mencari sebuah kebahagiaan lewat kebebasan memang seseorang akan mudah untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi semua itu akan juga membuat seseorang mudah jenuh. Seperti di ibaratkan seseorang menginginkan sebuah hasil yang cepat. Maka ia akan mengusahakan sesuatu yang bisa cepat menghasilkan. dia memang bisa saja tidak sulit untuk mendapatkannya, tapi apa yang telah di dapat cepat pula habis, maka hanya itu yang berputar-putar. Semua itu bisa kita lihat dari sebuah pergaulan bebas yang terjadi pada seseorang dan mungkin dalam contoh yang lainnya. Maka bisa di simpulkan bahwa sebuah kebebasan belumlah tentu bisa membuat seseorang akan mendapatkan kebahagiaan yang bertahan lama. Karena saat kejenuhan dan rasa bersalah serta penyesalan datang. Apalagi sebuah kebebasan yang telah di jalani membuat seseorang lupa untuk memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya. Yaitu mempersiapkan masa depan dan menyadari kebahagiaan yang ada. Seperti berbakti kepada orang tua untuk selalu membahagiakannya, yaitu menjadi anak yang baik yang tidak akan mengecewakannya di masa depan.

No comments:

Post a Comment

Jika ada yang ingin menanggapi atau bertanya silahkan berkomentar.