Monday, 29 May 2017

Sebenarnya pacaran itu hubungan yang seperti apa sich ?

pacaran

Tak kenal maka ta'aruf.
Mengenali tidak harus memacari,

pacaran indahnya hanya saat pertama tama mengenal.
pacaran hanyalah sebuah kelelahan yang tidak di perlihatkan. Ketika sebuah pasangan berpura-pura menjadi sempurna di depan pasangannya. Maka lambat laun mereka lelah dalam menutupi kekurangan mereka terhadap pasangannya, yang berujung pada kejenuhan, kebosanan, dan pasti hanya menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja di lalui tanpa ada tujuan dan manfaat pada diri.

Kalau memang bukan atau belum muhrim kenapa harus bergandengan tangan, kenapa harus berdua'an, kenapa harus foto berdua.

Apa jadinya kelak jika dia memang bukan jodohmu, maka kamu sudah banyak buang-buang waktu dan telah banyak berdosa. Baca juga Saat kamu masih sendiri tapi kamu juga berhak merasakan hidup dan mencintai dengan tulus.

- Tujuan pacaran itu apa sich ?

A. Karena kesepian.

B. Karena untuk bisa di pamerin sama orang lain.

C. Ingin bersenang-senang, yah kalau gitu pasti ada salah satu yang di rugikan dong.

- Sebenarnya pacaran itu hubungan yang seperti apa sich ?

A. Hubungan sah atas pengakuan sendiri.

B. Hubungan suami istri.

C. Hubungan syakinah, mawaddah, warohmah.

D. Hubungan yang gimana,, gitu.

Bagi kaula muda memang yang namanya pacaran sudah tidak asing lagi. Bahkan ada sebagian yang mengatakan bahwa gak punya pacar itu ketinggalan banget. Mereka itu layaknya mendambakan ke galauan, mendambakan masalah-masalah yang memang secara tidak langsung akan datang karena dampak pacaran. Mereka di sibukkan dalam mencari kesenangan sesaat dan semua apa yang di rasakan karenanya. Jika memang seseorang ingin pacaran maka itu haknya sebagai dirinya sendiri. Namun tulisan ini hanya mengkaji tentang sebuah pacaran yaitu sebenarnya pacaran itu hubungan yang seperti apa sich ?

Saturday, 27 May 2017

Saat kamu masih single sepi sedih tanpa pasangan dan ingin segera menikah.



Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1438 hijriyah. Sudah lama saya tidak update artikel karena kesibukan offline. Bingung harus dari mana saya harus memulai tulisan ini, namun untuk membahas masalah yang satu ini memang tidaklah mudah. Karena yang namanya urusan percintaan, pasangan atau yang berkaitan dengannya meliputi semua permasalahan hidup yang ada. Selama perjalanan hidup seseorang pasti pada akhirnya akan timbul hasrat ingin memiliki pasangan hidup untuk menemani sampai akhir dari hidupnya. Karena itulah banyak masalah yang timbul saat seseorang telah punya hasrat ingin memiliki pasangan tapi masih belum di temukan atau saat seseorang telah di haruskan berumah tangga tapi belum menemukan jodohnya. Baca juga mungkin ini alasan konyol kamu saat ingin cepat menikah.

Jika kamu yang telah mempunyai hasrat ingin mempunyai pasangan(pacar, kekasih) coba kamu bulatkan tekatmu untuk serius dalam masalah ini yaitu segera menikah. Apalagi jika kamu memang telah berumur dan bukan pengen cari pacar lagi, namun kamu pengen menikah maka segerakanlah. Karena pada dasarnya bahwa sebuah tujuan hiduplah yang di cari, maka pacaran hanyalah membuang buang waktu dan biaya kamu saja. Karena pacaran cendrung kepada hawa nafsu dan jika hawa nafsu walaupun berdasarkan cinta dan kasih sayang namun tanpa manfaat dan tujuan dia akan merugikan diri serta membuang buang waktu. Pacaran pada akhirnya juga kamu tinggalkan nantinya dan menikahlah yang pastinya kamu inginkan nantinya.

Namun terkadang masalah yang ada bukan karena seseseorang tidak menemukan pasangan. Tapi ketika suatu kondisi seseorang itu yang menjadi permasalahannya. Seperti belum mapan, belum matang, belum dewasa, masalah keluarga dan yang lainnya. Masalah seperti itulah yang banyak menjadi penyebab seseorang sulit untuk menikah.

Sebenarnya jika kamu yang memang mengalami masalah ini bisa dikatakan belum terlalu tua atau masih muda maka jangan terlalu di paksakan. Karena pada akhirnya lambat laun kita nanti akan di hadapkan pada sebuah kepantasan dalam hal ini yaitu berumah tangga. Yaitu ketika sebuah kepantasan itu telah datang maka kamu pasti akan dipermudahkan dengan sendirinya untuk berumah tangga. Namun tidak salah jika kamu menikah di usia muda, dengan syarat yaitu kamu memang tidak punya masalah dalam memenuhi kebutuhanmu sehari-hari alias kamu sudah mandiri dan juga memahami arti dari hidup berumah tangga.

Kalau kamu tidak mampu memenuhi kebutuhan orang lain namun setidaknya kamu mampu memenuhi kebutuhanmu sendiri. Jika pada dua hal itu tidak ada masalah lagi maka masalah lain yang menurutmu menjadi penghalang maka itu di abaikan saja. Segeralah menikah bagi laki-laki lamarlah seseorang kenalanmu yang kamu rasa cocok untukmu, jangan malu dan ragu untuk sebuah kebaikan hidupmu karena lebih cepat lebih baik. Bagi yang perempuan jika kamu memang sudah mempunyai hasrat untuk menikah maka permudahkanlah dirimu dalam hal ini.

Namu Masalah berumah tangga bukanlah satu satunya masalah dalam hidupmu. Masih banyak kewajiban yang harus kamu jalani, apalagi kalau kamu masih muda. Maka lakukanlah hal yang baik untuk hidupmu sekarang dan masa depanmu nanti.

Thursday, 11 May 2017

Jika kamu merasa tidak ada lagi yang bisa membuatmu bahagia.



Kebahagiaan merupakan sebuah kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan. Tidak ada orang yang tidak ingin berbahagia, karena apapun yang di lakukan seseorang dalam hidupnya semata mata bertujuan untuk memperoleh kebahagiaan. Cendrung saat seseorang merasa berbahagia maka ia akan merasakan kehidupan yang di jalani sangat berarti baginya. Maka karena sebab itu pula seseorang menggantungkan harapan kepada apa yang ia anggap itulah kebahagiaannya. baca juga 5 hal ini mungkin cara yang bisa membuatmu bahagia.

Namun yang namanya sebuah kebahagiaan itu tidaklah mudah untuk di pahami walaupun terkadang mudah untuk di dapatkan oleh seseorang. Jika seseorang tidaklah memahami akan sebuah kebahagiaan maka bisa saja kebahagiaan yang telah di dapatkan juga mudah hilang. Seperti yang selalu kita lihat banyaknya orang yang celaka karena tingkah lakunya yang ia anggap sebuah kebahagiaan. Ketika ia mendapatkan sesuatu yang di sukainya maka ia berbahagia, namun sayangnya yang namanya sebuah kenikmatan itu hanyalah bersifat sementara dan tidak akan pernah memuaskan pelakunya. Seperti layaknya semut yang tergoda untuk mencicipi genangan manisan yang lambat laun ia akhirnya tenggelam dalam genangannya. Hal tersebut di karena mengutamakan hawa nafsu/keinginan sebagai standard kebahagiaannya.

Semua pasti sudah mengetahui bahwa memperturutkan keinginan tidaklah ada cukupnya. Mungkin seseorang akan berhenti memperturutkan keinginan yang ada saat ia merasa tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Maka di saat itulah cendrung seseorang merasa tidak bahagia atau tidak ada lagi yang bisa membuatnya bahagia. Hidup yang di lalui rasanya tidak lagi bergairah dan berarti.

>Jika seseorang lebih bijak lagi dalam menyikapinya maka Sebenarnya semua itu hanya permasalahan dari penerimaan diri dan pemantasan diri serta mampu memahami akan banyaknya jalan kebahagiaan di dunia ini. Bagaimanapun kita tidaklah baik bergantung pada sesuatu yang tidak pasti, tidak abadi dan sebuah kesenangan atau kenikmatan yang tidak akan kita bawa pada masa yang akan datang. Seperti layaknya musim yang akan selalu berganti, malam yang cerah hari ini bisa saja malam esok akan tidak lagi berbintang atau sebaliknya. Sesuatu yang di kagumi baik itu pada diri sendiri, kepunyaan, atau pada orang lain tidak patut untuk di buat sebagai tempat bergantungnya kebahagiaan. Seperti contoh menganggap pacaran itu adalah kebahagiaan, maka pacaran adalah sesuatu yang tidak kita bawa di masa yang akan datang dan yang pasti pada masa depan itu adalah berumah tangga yang mempunyai tujuan dan manfaat di dalamnya. Kewajiban kita pada apapun saat yang ada pada diri, kepunyaan, dan lainnya adalah mensyukuri, menjaga dan memanfaatkannya untuk memperoleh kebaikan pada diri. Apapun yang telah ada pada hidup kita janganlah sampai tidak bisa kita nikmati dan rasakan karena melihat sebuah kebahagiaan pada yang lain. Karena jika sekalipun itu merupakan kebahagiaan bagimu maka banyak juga hal lain di dunia ini yang mungkin lebih mudah kamu raih juga akan lebih membahagiakanmu.

Monday, 8 May 2017

Kesempatan yang terbaik hanyalah satu kali seumur hidup. Kesempatan2 yang sesudahnya hanyalah lebih baik dari pada tidak sama sekali.



Di dalam kehidupan seseorang tidak terlepas dari masalah. Masalah tersebut merupakan bentuk dari situasi dimana seseorang itu merasakan dan akan mengalami sesuatu. Semua itu sangat berkaitan dengan tindakan, keadaan lingkungan dan dirinya, serta pemikiran yang di hasilkan seseorang. Pada dasarnya seseorang tidak ingin mendapatkan masalah di dalam kehidupannya. Namun yang namanya masalah itu datang karena diundang atau keinginan dan tanpa diundang. Maka semua tergantung bagaimana seseorang dalam menyikapinya.

Begitu juga sebuah kesempatan-kesempatan yang ada di dalam kehidupan seseorang. Percaya atau tidak percaya bahwa ada sebuah kesempatan yang terbaik di dalam kehidupan seseorang. Namun kesempatan terbaik itu tidaklah bisa di ketahui pasti oleh seseorang. Baca juga sudahkah kamu menjadi dirimu sendiri?.

Kesempatan adalah merupakan sesuatu yang tepat dalam sebuah tindakan. Sebuah tindakan yang mana akan cendrung memperoleh keberuntungan jika di manfaatkan dengan baik. Karena dalam kehidupan seseorang selalu ada perubahan, baik itu perubahan yang ada pada dirinya maupun pada lingkungannya. Seiring berjalannya waktu maka seseorang diberikan pilihan, pilihan tersebut adalah apakah dia merubah dirinya sendiri atau lingkungan yang akan merubahnya.

Tidak ada yang tidak ingin berubah, semua orang ingin berubah dan perubahan tersebut yang mengantarkannya ke arah kebaikan hidup. Tapi banyak orang yang sulit untuk berubah di dalam hidupnya karena dia sulit untuk menemukan kesempatan yang terbaik dari kesempatan-kesempatan yang ada. Semua itu di karenakan seseorang tidak mau melangkah karena tidak mempunyai keyakinan di dalam hidupnya. Juga yang lebih rugi lagi yaitu seseorang tidak mau menyalahkan diri atas sesuatu perbuatan yang buruk sehingga pada kehidupannya, Sehingga dia tidak menemukan kesempatan yang terbaik. Jangankan menemukan kesempatan yang terbaik, melangkah untuk mencari kesempatan saja tidak ada. Semua itu di karenakan seseorang tidaklah mempunyai keyakinan dalam diri, penerimaan diri saat ini dan nanti.

Disetiap langkah demi langkah seseorang di dalam kehidupannya selalu cendrung pada perubahan hidup yang di kehendakinya. Walaupun terkadang seseorang pada suatu waktu berhenti karena lelah dalam sebuah perjuangan, tapi pasti yang namanya perubahan hidup itu pasti selalu di cari. Yang membedakannya adalah keyakinan pada sesuatu dan tetap terus memperjuangkannya dan berubah keyakinan dari pada hal yang pertama dan mencari untuk sesuatu yang lain. Kalaulah mungkin seseorang itu meyakini, bahwa mungkin bisa saja apa yang telah ia perjuangkan tersebut menemukan titik terang, dan titik terang itu adalah bertemunya perjuangannya dengan sebuah kesempatan yang cocok pada masa akan datang atau beberapa saat lagi. Kesimpulannya bahwa apa yang kita perjuangkan untuk sebuah kebaikan itu tidak ada yang sia-sia. Dia akan di temukan pada kesempatan yang terbaik, tapi seseorang tidak akan tahu apakah kesempatan itu di awal, ditengah, di akhir yang membuatnya berhasil.