Sunday, 25 December 2016

Agar penantian serta harapanku padamu tidak sia-sia.



Hidupku sebelum mengenalnya adalah hidup yang penuh dengan kebingungan. Hari-hari yang di lalui terasa begitu membosankan. Perasaan yang tidak karuan selalu mengisi hati ini. Ntah apa yang sebenarnya ingin betul-betul di tempuh, tapi semua yang telah di raih seakan-akan tidak mampu membuatku bahagia. Sebenarnya apa yang salah dari diriku, apa yang salah dari hidup ini. Terkadang selalu aku mencoba untuk tidak lagi mengiraukan semua hal yang tidak aku mengerti dan walaupun sulit akhirnya diriku mampu perlahan untuk menerima hidupku yang membingungkan. Menjalani hari dengan tenang dalam penerimaan hidup, tersenyum lepas seakan-akan menjadi orang yang tidak punya masalah hidup. Mensyukuri apapun yang di dapat dalam keseharian serta selalu mencoba menyederhanakan rasa walaupun dalam besarnya harapan. Baca juga saat seorang wanita memilih pria yang salah.

Tetapi seiring berjalannya waktu takdir telah menemukanku pada seorang wanita yang membuat pandanganku terhadap hidup berubah dari biasanya. Jika sebelumnya diriku mampu menerima semua yang telah ada, tapi kini berganti untuk bisa memantaskan diri dalam sebuah penerimaan yang pasti. Hari-hari yang ku lalui begitu penuh harap dan rasa bahagia. Menjalani waktu bersama de ngannya membuatku seakan yakin bahwa dialah orang akan membuat hidupku menjadi berarti. Hingga pada akhirnya permasalahan datang dalam hidupku dengannya. Kami menjalani hari tidak seperti biasanya, kesibukan yang ada membuat kami sulit untuk bertemu. Hingga sebelumnya hariku dalam kebahagiaan dan penuh harap, kini berganti dengan kegelisahan yang tidak menentu. Kesedihan hidup yang dulu pernah hilang dari kehidupan karena proses penerimaan, kini seolah-olah datang kembali menghiasi hidup ini. Semakin diriku mencoba untuk menuruti ego, maka semakin lelah diriku dalam kekacauan hidup yang telah ada. Kenapa hidup menjadi seperti ini, sudah kucoba untuk menggapai bahagiaan tapi yang di dapat hanya lelahnya jiwa. Kucoba yakinkan sesuatu sebagai sebuah harapan, tapi semakin berharap rasanya semakin meloncat ke jurang yang penuh duri. Selalu terpikir olehku untuk bisa kembali menjalani kehidupanku saat sebelum diriku mengenalnya.

Hingga pada akhirnya diriku mampu untuk menyikapi semua yang telah terjadi. Aku tidak akan mungkin menyalahkan takdirku bertemu dengannya. Diriku tidaklah harus membenci diriku karena tidak bisa menjadi yang terbaik untuknya. Diriku selalu mencoba untuk bisa memberikan yang terbaik untuknya tanpa ku korbankan kebahagiaanku. Diriku hanya mencoba selalu memantaskan diriku terhadap hidupku dan hidupnya. Aku selalu mempunyai harapan untuk bisa bahagia dengan seorang kakasih suatu hari nanti, dan aku yakin bahwa itu tidak harus dirinya. Kusyukuri pertemuanku terhadapnya, karena aku yakin bahwa pertemuanku padanya adalah sesuatu yang berharga. Aku bisa belajar banyak dari ceritaku dengannya, belajar untuk bisa lebih dewasa lagi dalam hidup. Hingga nanti diriku mendapatkan seseorang yang pantas untuk diriku, tak terkecuali itu adalah dirinya. Agar penantian dan harapanku tidak sia-sia, maka tidak aku gantungkan sepenuhnya semua harapanku padanya. Bukan memaksakan diriku terhadap apa yang membuat kebahagiaanku hilang karenanya.