Monday, 18 July 2016

Saat kamu gagal menjadi dirimu sendiri.



Setiap orang mempunyai impiannya masing-masing. Impian tersebut di picu oleh sebuah keinginan untuk memperoleh kebahagiaan masing-masing orang. Di dalam kehidupan ini setiap orang pasti akan di oleh rintangan hidup. Yang menjadikan seseorang tidak mudah untuk memperoleh kesuksesan. Kesuksesan tersebut ada pada pemahaman dan titik pencapaian masing-masing orang. Tapi terkadang banyak juga orang lain yang sulit untuk mendapatkan kesuksesan di karenakan selalu berubah keinginan. Keinginan tersebut mungkin tidak lagi menjadi harapan seseorang dan cendrung mencari yang lain karena sulit mewujudkannya. Baca juga hubungan persahabatan tidak lagi berarti.

Ketika sebuah masalah datang menghampiri seseorang terkadang semua itu tidak begitu di sadarinya. Sebuah keyakinan hidup atas sebuah pencapaian bisa saja memudar ketika seseorang hanya bisa menerima jalan hidup yang manis dan tidak mampu menerima yang pahit. Padahal kita harus menyadari bahwa hidup akan selalu mempunyai dua sisi yang mungkin tidak dapat di hindari. Tapi kebanyakan orang tidak menyadari kalau ia sebagai manusia harus tetap menjalani hidup agar mendapatkan arti sebuah perjuangan. Karena jika kita ingin merasakan hidup yang sesungguhnya maka kita harus mengenal kehidupan ini.

Begitu juga saat seseorang gagal menjadi dirinya sendiri. Dia cendrung berubah keyakinan karena pengaruh lingkungan sekitar dan hanya berfokus pada kesenangan hidup semata. Seseorang yang gagal menjadi dirinya sendiri bisa di lihat dari bagaimana ia menyikapi kegagalan dan bagaimana ia memperjuangkan sesuatu yang lain setelahnya. Jadi apa kaitannya pemahaman tersebut dengan gagalnya seseorang menjadi diri sendiri ? kaitannya yaitu ia selalu menghalangi dirinya atas kesempatan yang ada untuk berubah ke arah yang lebih baik. Apakah semua itu karena seseorang tidak termotivasi atau lemahnya dorongan lingkungan dan hanya berfokus pada suatu belum tentu terjadi. Memang sebuah kelemahan yang ada pada diri kita memang perju juga untuk di ketahui. Tapi sebuah kelemahan adalah sebagai acuan untuk menambah kekuatan diri, bukan untuk menambah kelemahan yang ada. Begitu juga dengan sebuah kemampuan diri. Jika seseorang mengetahui kemampuan dirinya, maka ia cendrung akan percaya diri menjalani hidup. Tapi kalau hanya mengetahui kemampuan diri tapi tidak mengetahui kelemahan diri, maka semua itu bisa menyebabkan seseorang sulit untuk mendapatkan kemampuan yang lebih lagi. Karena seseorang cendrung telah merasa puas dengan kemampuannya dan tidak bisa menerima kemampuan orang lain. Maka yang terbaik dalam hal ini adalah kita mengetahui kelebihan dan kekurangan kita dan berfokus pada kelebihan serta bersedia untuk menerima kemampuan orang lain untuk acuan kita agar mendapatkan yang lebih lagi dari kemampuan orang lain.

No comments:

Post a Comment

Jika ada yang ingin menanggapi atau bertanya silahkan berkomentar.