Monday, 9 November 2015

Biarlah sekarang kita menderita asalkan esok kita bahagia.



Apakah sekarang ini anda bersedih ?, atau anda sekarang sedang dirundung duka yang begitu dalam. Mungkin anda merasa sudah jauh dari impian anda. Sudah sekuat apakah perjuangan anda selama ini demi mencapai tujuan anda ?. Masih percayakah anda dengan kesuksesan anda ?. Atau anda tidak percaya lagi (putus asa). Kalau begitu cobalah anda simak cerita motivasi berikut ini.

Catatan dalam pikiran seseorang seolah sudah menjadi tanda tanya besar untuk dirinya sendiri. Sebuah cerita kehidupan dari banyaknya cerita yang tercipta, membuat seseorang untuk segera meyakinkan dirinya untuk segera bertindak. Walaupun tidak tahu apa yang dia ingin perbuat, tapi cerminan masa depan selalu menakutinya hingga terbawa ke dalam mimpi.
Suara-suara kehidupan pun menjadi teramat mencengkam dan menusuk hati yang hampir membisu. Tak ada lagi kata kepastian yang ingin di ucap, mendaki tingginya mimpi pun sudah tidak lagi sesuai tujuan karna harapan tidak setia lagi untuk menemani.
Kini langkah pun hampir berbalik, batu-batu tajam yang selalu diterpa telapak kaki kini sudah semakin perih terasa. Terkadang ia ingin berhenti sejenak untuk bersandar ditepi pohon yang rimbun. Berharap tiupan angin bisa sedikit menghibur dan menghilangkan kepenatan. Tapi ia segera tersadar kalau waktu tidak akan mau menunggunya. Maka langkah kepedihan akan tetap berlanjut menyongsong batu-batu tajam yang semakin mengoyakkan telapak kakinya. Di iringi turunnya hujan, bagaimanapun beratnya hati, ia harus rela ikhlaskan diri untuk di temani sang halilintar yang selalu menyambar di atas kepalanya. Tetesan air yang turun dari atas langit sudah menyatu dengan air matanya.

Tapi ia berkata, Lebih baik saya mati di tengah jalan dalam perjalanan saya ini, dari pada saya mati bersandar kelelahan sambil meneteskan air mata di tepi jalan yang hanya terdapat semak-semak belukar". Hingga hujan pun telah berhenti. Ia terperanjak kaget sejenak melihat keadaan sekitarnya begitu sangat indah, dan di hiasi dengan pelangi di atas langit.
Rupanya ia sudah berada di atas puncak gunung yang tinggi. Dirinya tampak jelas di lihat oleh orang-orang dari bawah gunung dengan memakai teropong inspirasi. Mereka memanggilnya dengan kata, "hai, ajak aku kesana", dan ia pun menjawab " Tapi kalian harus siap dengan segala rintangan yang menerpa".
Maka sebagian dari mereka berpaling dan sebagian lagi siap dengan rintangan yang akan menerpa. Baca juga Jangan merasa gagal sebelum menyikapi arti kegagalan.

Para pembaca sekalian, lingkungan tidak akan yakin dengan perjuangan kita kalau kita tidak meyakini diri kita sendiri untuk sebuah kesuksesan yang kita inginkan. Keyakinan itulah yang akan memberikan langkah pasti untuk kita semua dalam mencapai kesuksesan. Orang melihat dengan teropong inspirasi yaitu di umpamakan sebagai orang yang selalu terinspirasi dengan kesuksesan orang lain. Sebagian dari mereka berpaling yaitu orang yang tidak yakin kepada dirinya untuk mencapai sukses.
SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT. DAN JIKA ANDA BERKENAN, BAGIKANLAH TULISAN INI KEPADA ORANG-ORANG YANG MUNGKIN MEMBUTUHKAN.

No comments:

Post a Comment

Jika ada yang ingin menanggapi atau bertanya silahkan berkomentar.